Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas

2 min read

TANJUNGBALAI – Tim Patroli Bea Cukai Teluk Nibung bersama Bea Cukai Kanwil Sumatera Utara dan Bea Cukai Kanwil Kepulauan Riau bersinergi dengan Polairud Polda Sumatera Utara, Polres Tanjungbalai, Kodim 0208/Asahan, dan Lanal Tanjungbalai Asahan berhasil menggagalkan penyelundupan Ballpress (pakaian bekas). Penindakan yang dilakukan Bea Cukai Teluk Nibung Jumat (10-7-2020) di daerah Sungai Baru Kabupaten Asahan.

Dari keterangan pers realis tertulis Kepala Kantor Bea dan Cukai Teluk Nibung Kota Tanjungbalai I Wayan Sapta Dharma pada hari Senin (13-7-2020) mengatakan,berawal dari informasi yang didapat bagian intelizen bea cukai Teluk Nibung adanya kegiatan pembongkaran ballpress di daerah Sungai Baru.

Tim Patroli Darat Bea Cukai bersama personil TNI AD bergerak menuju lokasi. Pada saat  penggrebekan, tim berhasil mengamankan dan melakukan penindakan sebanyak 14 ballpress bersama seorang pelakunya berinisial E.S.

Dari hasil keterangan pelaku E.S di KPPBC TMP C Teluk Nibung,selanjutnya, Tim Gabungan Patroli Laut Bea Cukai dan
Dipolairud Polda Sumut kembali berhasil menemukan kapal pengangkut ballpress yang diduga berasal dari Malaysia dengan nama KM. Doa Ibu dengan kondisi nahkoda dan anak buah kapal (ABK) diduga telah melarikan diri. Kapal motor kemudian diamankan menuju Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Kanwil Sumut di Belawan dengan bantuan pengamanan dari tim Searider Lanal Tanjungbalai Asahan.

Kepala KPPBC TMP C Teluk Nibung, I Wayan Sapta Dharma mengapresiasi sinergi yang
dilakukan oleh Tim Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya dalam penindakan tersebut.“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kerjasama dan dukungan luar biasa dari jajaran Polri, TNI AD, dan TNI AL dalam memberantas penyelundupan pakaian bekas ini.”Semoga sinergi yang sangat baik ini dapat terus berlanjut dalam mencegah terjadinya importasi ilegal dan pelanggaran lainnya di laut,” ujar I Wayan Sapta Dharma.

Lebih lanjut dikatakannya,pemasukan pakaian bekas dari luar negeri dilarang berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2014,tentang Perdagangan dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 12 tahun 2020 tentang barang dilarang Impor. Importasi pakaian bekas sangat rawan dan berisiko tinggi bagi kesehatan masyarakat karena dapat menjadi media pembawa penyakit termasuk COVID-19.

“Oleh karena itu, masyarakat dihimbau agar lebih berhati-hati dalam membeli pakaian dan tidak membeli atau menggunakan pakaian bekas dari luar negeri. “Dengan mencegah masuknya pakaian bekas secara ilegal, patroli laut Bea Cukai bersama dengan Polri, TNI, dan aparat penegak hukum lainnya dapat melindungi masyarakat,industri tekstil dan produk tekstil dalam negeri,”pungkas Kepala KPPBC TMP C Teluk Nibung, I Wayan Sapta Dharma.(Surya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *