Kecewa Hasil PPDB Di SMAN 1 Pollung, Warga Desa Ria-Ria Ancam Demo UPT Pendidikan

3 min read

Humbahas – Puluhan siswa yang berasal dari SMP N 3 Pollung Desa Ria-Ria tidak lolos pada Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) di SMAN 1 Pollung Kabupaten humbang hasundutan tahun ajaran 2020.

Akibatnya, sejumlah orangtua siswa Desa Ria-Ria kecamatan Pollung kecewa hingga mendatangi kepala sekolah SMAN 1 Pollung Alberth Banjarnahor di ruang kerjanya, kamis (9/7/2020).

Adapun tuntutan dari sejumlah warga Desa Ria-Ria ini untuk mempertanyakan langsung kepada kepala sekolah SMAN 1 Pollung apa alasannya tidak menerima 30 siswa/siswi yang berasal dari SMPN 3 Pollung bahkan lebih tidak di terima di sekolah tersebut, pada hal sesuai PPDB (Penerimaan Pendaftaran Didik Baru) berdasarkan zonasi yang ada di peraturan harusnya tamatan dari SMPN 3 ini mestinya dapat terima.

Kepada wartawan, Boy siregar selaku warga desa ria-ria ini mengaku, masyarakat Desa Ria-ria di rugikan akibat puluhan siswa yang berasal dari desanya itu tidak lolos pada pendaftaran penerimaan didik baru di SMAN 1 Pollung dengan alasan dari pihak sekolah kuota sudah terpenuhi, baik dari sistim zonasi dan prestasi.

Menurut pengakuan sejumlah warga desa ria-ria, penerimaan didik baru di duga ada manipulasi data pada pendaftaran penerimaan siswa di SMAN 1 Pollung dengan memperoleh surat keterangan domisili yang di keluarkan oleh kepala desa atau yang berwenang , agar anak didik baru yang mendaftar dengan surat domisili tersebut dapat lolos .

Curiga surat keterangan domisili itu tidak di buat dengan yang sebenarnya , warga pun mengaku meminta kepada kepala sekolah SMA N 1 Pollung agar memberikan daftar anak didik baru yang lolos menggunakan surat keterangan berdomisili.Dengan tujuannya untuk mengecek apakah memang benar surat domisili itu sesuai dengan tempat tinggalnya dan asal sekolahnya , di mana sesuai aturan, surat domisili di keluarkan minimal setelah tinggal satu tahun.

“ini akan kita cek, benar tidak surat domisilinya, kalau memang surat domisili itu tidak sesuai dengan faktanya, apa nanti sanksinya, di sini menurut kami ada permainan, bayangkan saja, kenapa surat domisili lebih di prioritaskan dari pada pada kartu keluarga , bisa saja kan surat domisili itu tidak sesuai dengan yang sebenarnya, makanya tadi kami minta kepada kepala sekolah daftar anak didik yang pakai surat keterangan domisili, tapi kepseknya tidak bersedia memberikan datanya, ini yang perlu di telusuri dan harus kami buktikan, kita curiga ada permainan terkait surat domisili ini.”pungkasnya.

Diakuinya, ada sebanyak 30 orang lebih tamatan dari SMPN dari desanya tidak lolos ,pada hal menurut zonasi harusnya di terima.Mirisnya, dari desa yang lebih jauh dari desa kami bisa lolos hanya karena surat domisili .

Tidak hanya mendatangi SMAN 1 Pollung, warga desa ria-ria ini pun berencana akan mendatangi kantor UPT Pendidikan SMA/SMK yang berada di Lintongnihuta dengan jumlah yang lebih besar untuk mempertanyakan kenapa siswa-siswi yang berasal dari SMPN 3 Pollung tidak di terima di SMAN 1 Pollung , pada hal sesuai dengan zonasi yang ada dalam peraturan, anak -anak kami berpeluang besar bisa lolos.

Menanggapi ini, Kepala sekolah SMAN 1 Pollung Alberth banjarnahor ketika di mintai keteranganya mengatakan, untuk kuota penerimaan siswa di sekolahnya untuk tahun ini sebanyak 228 orang dan sudah memenuhi kuota .Dimana berdasarkan zonasi sekitar 70,56 % .Dan dirinya juga membenarkan, bahwa sejumlah siswa yang berasal dari SMPN 3 Pollung tidak di terima akibat kuota sudah terpenuhi.

Disinggung terkait kebenaran surat domisili siswa yang di tunjukkan saat pendaftaran ,pihaknya mengatakan hanya sebatas menerima, benar atau tidak surat domisili tersebut, itu bukan urusan dari pihak sekolah

“itu kami akui, ada beberapa siswa yang mendaftar melalui surat keterangan domisili dari kepala desa, benar atau tidak surat keterangan tersebut, itu bukan urusan kami, kami hanya tinggal menerima, di kirim sewaktu pendaftaran,itu saja .”pungkasnya.

Di ketahui, ada empat jalur dalam penerimaan PPDB yaitu afirmasi Zonasi, perpindahan tugas orang tua/wali dan jalur prestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *