Polisi Ringkus Pencuri Handphone Istri Mantan Gubsu – Jarrak POS
Connect with us

Berita

Polisi Ringkus Pencuri Handphone Istri Mantan Gubsu

Published

on

Medan – Aparat Kepolisian meringkus Seorang pria paruh baya berinisial AAK alias Alex (60) karena melakukan Pencurian handphone milik Istri mantan Gubernur Sumut Syamsul Arifin yaitu Fatimah Habibie

Lakhar Kasi Intel Kompol Heriyono mengatakan pencurian handphone (HP) merek Oppo Type X909 itu terjadi di rumah Fatimah Habibie di Jalan STM pada saat mereka menggelar halalbihalal bersama warga sekitar

“Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Delitua. Kami (Tim Elang Intelmob) kemudian melakukan koordinasi dengan personel Subdit 3 Jahtanras Polda Sumut dipimpin oleh Aipda M Fahri Afrizal untuk melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Setelah melakukan penyelidikan, Handphone korban itu berada di Jalan Pasar 3, Gg Bhineka Tunggal Ika, Kecamatan Percut Sei Tuan, tepatnya di kediaman Saiyian. Handphone korban itu digunakan oleh anak mereka berinisial AFA (11).

“Hanya saja, saat ini anak mereka tinggal di rumah omanya di Jalan Rawa Gang Tengah, Kel Tegal Sari Mandala 2, Kecamatan Medan Denai,” ujarnya.

Setelah mengantongi informasi tersebut, petugas menuju alamat yang diberikan oleh Saiyan dan istrinya, pada Senin (1/6/2020) pukul 20.00 WIB. Setibanya di alamat tersebut, petugas menemukan AFA sedang berada di rumah omanya.

Di mana, AFA saat itu sedang bermain ponsel milik Fatimah Habibie. Lanjut Heriyono, pihaknya kemudian menanyai AFA perihal ponsel tersebut.

AFA mengaku mendapatkan handphone milik Fatimah Habibie dari opanya yakni pelaku berinisial AFK (60) pada Jumat (29/5/2020) lalu di Hotel Daksina Jalan Sisingamangaraja XII.

“Jadi saat itu AFA dan ibunya menemui tersangka. Tim Elang kemudian terus melakukan pengembangan. Hingga akhirnya mendapat informasi keberadaan Alex di Kantor Mabmi di Jalan Brigjen Katamso,” jelasnya.

Lanjut Kompol Heriyono, Tim bergerak ke kantor tersebut dan langsung melakukan penangkapan terhadap Alex.
Setelah diinterogasi oleh tim, Alex mengakui dirinya mengambil HP korban tersebut.

“Dari Alex, kami menemukan barang bukti satu sim card milik korban dan satu HP Oppo X9009. Untuk penyidikan kasus ini lebih lanjut, Alex Alfian Kawilarang kami serahkan ke Polsek Delitua,” pungkasnya. (red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

6 Personil Polsek Percut Seituan Akan Jalani Sidang Disiplin

Published

on

By

Medan – Sebanyak 9 orang personil Polisi yang terlibat dalam kasus dugaan penganiayaan Sarpan, Seorang saksi kasus pembunuhan di Polsek Percut Seituan dibebastugaskan dan 6 diantaranya akan menjalani sidang disiplin

“Polda Sumut mengakui tindakan tidak profesional yang dilakukan personel Polsek Percut Sei Tuan, Medan dalam menangani tindak pidana pembunuhan, yang berujung pada penganiayaan terhadap Sarpan. Kita akui caranya salah makanya kita bebas tugaskan 9 oknum. Kemudian kita melakukan pemeriksaan secara mendalam, 6 dinyatakan bersalah,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja.

Tatan mengatakan keenam personel itu sedang menjalani isolasi diruang khusu dan dalam waktu dekat akan menjalani sidang disiplin

Ditanya tentang motif penganiayaan terhadap Sarpan, Tatan mengatakan, para pelaku menuding tukang bangunan itu berbelit-belit saat memberikan keterangan.

“Jadi begini, ada 4 orang yang diamankan dari TKP, ya tersangka (Anzar), adiknya, orangtuanya, dan Sarpan, pada saat pemeriksaan keterangan itu berbelit belit,” sebut Tatan.

Terkait laporan polisi yang dibuat Sarpan terkait penganiayaan terhadapnya, kata Tatan, tindak pidana itu tetap akan diproses. “Yang bersangkutan masih akan dirawat, kita tunggu kesiapan beliau. Artiya kita tidak akan mengabaikan laporan polisinya, kita akan tindaklanjuti,” sebut Tatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sarpan diduga mengalami penyiksaan di Mapolsek Percut Sei Tuan, Medan, ia ditahan di kantor polisi itu selama 5 hari sejak Kamis (2/7).

Saat ditahan, Sarpan mengaku dipukuli dalam keadaan mata tertutup hingga disetrum. Padahal status tukang bangunan ini hanya sebagai saksi kasus pembunuhan terhadap kernetnya, Dodi Sumanto alias Dika. Pembunuhan itu diduga dilakukan Anzar (27), anak pemilik rumah yang sedang mereka renovasi.

Sarpan baru dibebaskan setelah keluarga dan tetangganya berunjuk rasa menuntut pembebasannya di depan Mapolsek Percut Sei Tuan, Senin (6/7). Setelah bebas, dia melaporkan kasus itu ke Polrestabes Medan. (red)

Continue Reading

Berita

HH Akan Segera Dipulangkan

Published

on

By

Medan – Pihak Keluarga dari Artis FTV Dan Selebgram yang terjerat kasus dugaan Prostitusi mengatakan bahwa HH akan segera dibebaskan

Hal ini diungkapkan Salah seorang keluarga HH yaitu Putri Syah saat ditanya awak media di Mapolrestabes Medan, Selasa (14/7)

“Dia baik-baik saja,” katanya

Wanita yang datang bersama dengan kuasa hukum Hana, Machi Ahmad ini juga menyebutkan Setelah ditahan selama 2 hari, HH Akan segera dipulangkan

“Insya Allah pulang hari ini,” ujarnya.

Namun, Terkait pernyataan keluarga tersebut, Pihak kepolisian hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi.

Sebelumnya, personel Satreskrim dan Satintelkam Polrestabes Medan menangkap wanita berinisial HH bersama seorang pria berinisial A di sebuah hotel di Medan pada Minggu (12/7) malam. Ia ditangkap terkait dugaan kasus prostitusi.

Pada saat ditangkap, keduanya dalam kondisi tak berbusana lengkap. Selain kedua orang tersebut, petugas turut mengamankan seorang pria berinisial R yang berperan menjemput Hana di bandara dan mengantarkannya ke hotel.

Pada saat dilakukan penggerebekan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu kotak alat kontrasepsi, dua unit handphone, dan kartu ATM. (red)

Continue Reading

Berita

KPK Amankan Dokumen dari Kantor Bupati Labura

Published

on

By

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan barang bukti elektronik dari penggeledahan di Kantor Bupati Labuhanbatu Utara dan rumah seseorang dari unsur swasta pada Selasa.

“Kegiatan yang dilakukan adalah penggeledahan di beberapa tempat di antaranya Kantor Bupati Labuhanbatu Utara dan rumah Ml alias A (swasta) di Kisaran, Kabupaten Asahan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dari kegiatan tersebut, lanjut dia, diamankan sejumlah dokumen yang berhubungan dengan tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan penyidikan saat ini dan sejumlah barang bukti elektronik.

“Berikutnya, penyidik KPK akan segera melakukan penyitaan setelah mendapatkan izin sita dari Dewas KPK,” ujar dia.

Terkait kasus di Labuhanbatu Utara itu, Ali mengatakan tim penyidik KPK sedang melakukan tahap pengumpulan alat bukti terkait penyidikan yang dilakukan KPK atas pengembangan perkara terpidana bekas pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo.

Namun, kata dia, KPK belum dapat menyampaikan detil kasus dan tersangkanya karena sebagaimana kebijakan pimpinan KPK bahwa pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan.

“Konstruksi perkara dan nama-nama pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan ini akan kami sampaikan lebih lanjut,” tuturnya.

Sebelumnya pada 20 Agustus 2018, KPK sempat memeriksa Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus sebagai saksi untuk tersangka Yaya Purnomo dalam penyidikan kasus suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Saat itu, penyidik KPK mengonfirmasi Khairuddin perihal proses pembahasan dana perimbangan daerah untuk Labuhanbatu Utara dan dugaan aliran dana terkait pengurusan tersebut.

Sebelumnya, Yaya Purnomo telah divonis 6,5 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 1 bulan dan 15 hari kurungan karena terbukti menerima suap dan gratifikasi dalam pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID) di sembilan kabupaten.

Yaya Purnomo adalah mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Putusan itu berdasarkan dakwaan pertama pasal 12 huruf a dan pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Menurut Hakim, Yaya terbukti dalam dua dakwaan. Dalam dakwaan kedua, Yaya bersama mantan Kepala Seksi DAK Fisik pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Rifa Surya terbukti menerima gratifikasi uang terkait pengurusan DAK Tahun Anggaran 2018 Bidang Kesehatan di Labuhanbatu Utara.

Yaya dan Rifa meminta “fee” dua persen dari anggaran. Diketahui, pagu DAK Labuhanbatu Utara sebesar Rp75,2 miliar dan pencairan DAK RSUD Aek Kanopan sebesar Rp30 miliar.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 Jarrakposmedan.com