Takjub dengan Diri Sendiri, Dapat Membinasakan Kehidupan Manusia – Jarrak POS
Connect with us

Rubrik

Takjub dengan Diri Sendiri, Dapat Membinasakan Kehidupan Manusia

Published

on

PADA tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai sifat bakhil atau kikir yang dianggap dapat membinasakan kehidupan manusia. Setelah itu tentang memperturutkan hawa nafsu. Sifat terakhir, menurut hadis Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) adalah ketakjuban orang terhadap dirinya sendiri. (Baca juga: Kikir dan Bakhil, Kemaksiatan Hati yang Merusak Kehidupan)

Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga hal yang dianggap dapat membinasakan kehidupan manusia, yaitu kekikiran (kebakhilan) yang dipatuhi, hawa nafsu yang diikuti, dan ketakjuban orang terhadap dirinya sendiri.”

Nah, kini perkara ketiga yang dapat membinasakan manusia sebagaimana disebutkan dalam hadis itu ialah berbangga terhadap diri sendiri atau ujub.

Ujub (takjub) dengan diri sendiri dan ghurur (terperdaya) dengan kenikmatan yang dimiliki adalah dua hal yang sangat berbahaya pada diri seseorang. Kelebihan dan nikmat yang dimiliki bisa jadi malah menjerumuskan dalam lembah kehinaan. Ujub menghalangi dari kesempurnaan akhlak dan bahkan bisa menjatuhkan seseorang yang sebenarnya memiliki keutamaan.

Sesungguhnya orang yang berbangga terhadap dirinya sendiri tidak akan dapat melihat aib yang ada pada dirinya walaupun aib itu sangat besar, tetapi dia dapat melihat kelebihan dan kebaikan dirinya sebagaimana mikroskop yang dapat memperbesar hal-hal yang kecil dalam dirinya.

Al-Qur’an telah menyebutkan bagaimana kebanggaan kaum Muslimin terhadap diri mereka pada waktu Perang Hunain yang menyebabkan kekalahan, sehingga mereka menyadari keadaan itu dan kembali kepada Tuhan mereka.

لَـقَدۡ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ فِىۡ مَوَاطِنَ كَثِيۡرَةٍ‌ ۙ وَّيَوۡمَ حُنَيۡنٍ‌ ۙ اِذۡ اَعۡجَبَـتۡكُمۡ كَثۡرَتُكُمۡ فَلَمۡ تُغۡنِ عَنۡكُمۡ شَيۡـًٔـا وَّضَاقَتۡ عَلَيۡكُمُ الۡاَرۡضُ بِمَا رَحُبَتۡ ثُمَّ وَلَّـيۡتُمۡ مُّدۡبِرِيۡنَ‌ۚ

Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang. QS at-Taubah: 25)

ثُمَّ اَنۡزَلَ اللّٰهُ سَكِيۡنَـتَهٗ عَلٰى رَسُوۡلِهٖ وَعَلَى الۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَاَنۡزَلَ جُنُوۡدًا لَّمۡ تَرَوۡهَا‌ ۚ وَعَذَّبَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا‌ ؕ وَذٰ لِكَ جَزَآءُ الۡـكٰفِرِيۡنَ

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir. (QS at-Taubah: 26)

Ketika itu, sebagian di antara mereka -para sahabat- ada yang berkata, “Pada hari ini kita tidak akan kalah gara-gara jumlah yang sedikit.”

Tatkala penyakit ujub itu menyelinap ke dalam hati mereka, maka Allah berikan pelajaran bagi mereka. Padahal, mereka itu adalah para Sahabat Nabi -orang-orang termulia di atas muka bumi setelah para nabi- sejumlah 12 ribu pasukan kaum muslimin kocar-kacir di awal pertempuran dalam menghadapi 4 ribu pasukan musyrikin dari kabilah Hawazin… (lihat Tafsir al-Karim ar-Rahman, hal. 345).

Sikap ujub pula yang memperdaya Iblis sehingga membangkang dari perintah Allah untuk sujud kepada Adam yang dia pandang lebih rendah dari dirinya. Iblis yang awalnya menghuni surga yang penuh kenikmatan tetapi akhirnya diusir dari surga dan bahkan diancam akan dimasukkan kedalam neraka di hari kiamat kelak. (Baca juga: Menolak Sujud Kepada Adam, Malaikat Azazil Jadi Setan Terkutuk)

Keutamaan yang kita miliki sejatinya hanya karunia yang Allah berikan pada kita sebagai bahan ujian untuk kita. Tidak perlu kita merasa sombong atau takjub dengan diri kita sendiri. Allah dan RasulNya telah memperingatkan agar manusia tidak terperdaya dengan kenikmatan yang dimiliki. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?” (QS. Infithar: 6)

Sayyina Ali bin Abu Thalib r.a. berkata, “Keburukan yang engkau lakukan adalah lebih baik daripada kebaikan di sisi Allah yang membuatmu berbangga diri.”

Atha, mengutip makna ucapan Ali kemudian dia mengungkapkannya di dalam hikmahnya: “Barangkali Allah membukakan pintu ketaatan tetapi tidak membukakan bagimu pintu penerimaan amalan itu; barangkali Dia menakdirkan bagimu kemaksiatan, tetapi hal itu menjadi sebab sampainya kamu kepadaNya.

Kemaksiatan yang menyebabkan dirimu terhina dan tercerai-berai adalah lebih baik daripada ketaatan yang menyebabkan dirimu berbangga dan menyombongkan diri.”

Bahaya ‘Ujub
Sifat ‘ujub membawa akibat buruk dan menyeret kepada kehancuran, baik bagi pelakunya maupun bagi amal perbuatannya. Di antara dampak dari sifat ‘ujub tersebut adalah:

Pertama, membatalkan pahala. Seseorang yang merasa ‘ujub dengan amal kebajikannya, maka pahalanya akan gugur dan amalannya akan sia-sia karena Allah tidak akan menerima amalan kebajikan sedikitpun kecuali dengan ikhlas karena-Nya. Rasulullah s.a.w bersabda:

Kedua, menyebabkan Murka Allah.

Nabi SAW bersabda, “Seseorang yang menyesali dosanya, maka ia menanti rahmat Allah. Sedang seseorang yang merasa ‘ujub, maka ia menanti murka Allah.” (HR. Baihaqi)

Perasaan ‘ujub menyebabkan murka Allah, karena ‘ujub telah mengingkari karunia Allah yang seharusnya kita syukuri.

Ketiga, terjerumus ke dalam sikap ghurur (terperdaya) dan takabur. Orang yang kagum pada diri sendiri akan lupa melakukan instrospeksi diri. Bersamaan dengan perjalanan waktu, hal itu akan menjadi penyakit hatinya. Pada akhirnya ia terbiasa meremehkan orang lain atau merasa dirinya lebih tinggi daripada orang lain dan tidak mau menghormati orang lain. Itulah yang disebut takabur.

Nabi SAW bersabda, ”Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat perasaan sombong meskipun hanya sebesar biji sawi. (HR. Nasa’i)

Keempat, menyebabkan mengumbar nafsu dan melupakan dosa-dosa. Seseorang yang mempunyai perasaan ‘ujub akan selalu menilai dirinya baik dan tidak pernah menilai dirinya buruk dan serba kekurangan, sehingga ia selalu mengumbar keinginan hawa nafsunya dan tidak merasa kalau dirinya telah berbuat dosa.

Nabi bersabda, “Andaikan kalian tidak pernah berbuat dosa sedikitpun, pasti aku khawatir kalau kalian berbuat dosa yang lebih besar, yaitu perasaan ujub, ” (HR. Al Bazzar).

Kelima, menyebabkan orang lain membenci pelakunya. Pada umumnya, orang tidak suka terhadap orang yang membanggakan diri, mengagumi diri sendiri, dan sombong. Oleh karena itu, orang yang ‘ujub tidak akan banyak temannya, bahkan ia akan dibenci meskipun luas ilmunya dan terpandang kedudukannya.

Syeikh Mustafa As Sibai berkata, “Separuh kepandaian yang disertai tawadhu’ lebih disenangi oleh orang banyak dan lebih bermanfaat bagi mereka daripada kepandaian yang sempurna yang disertai kecongkakan.”

Keenam, menyebabkan su’ul khotimah dan kerugian di akherat.

Nabi SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut kembali pemberiannya, seorang yang durhaka, dan pecandu minuman keras.” (HR. Nasa’i)

Orang yang mempunyai sifat ‘ujub biasanya suka menyebut-nyebut kembali sesuatu yang sudah diberikan. Umar r.a pernah berkata,”Siapapun yang mengakui dirinya berilmu, maka ia seorang yang bodoh dan siapapun yang mengaku dirinya akan masuk surga, maka ia akan masuk neraka.”

Qatadah berkata, “Barangsiapa yang diberi kelebihan harta, atau kecantikan, atau ilmu, atau pakaian, kemudian ia tidak bersikap tawadhu’, maka semua itu akan berakibat buruk baginya pada hari kiamat.”

Ketujuh, azab dan pembalasan cepat ataupun lambat. Seorang yang terkena penyakit ujub pasti akan merasakan pembalasan atas sikapnya itu. Dalam sebuah hadits disebutkan: “Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaian yang necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, seketika Allah membenamkannya hingga ia terpuruk ke dasar bumi sampai hari Kiamat.” (HR. Al-Bukhari)

Maka jauhilah amal hati bernama ujub. Ibnu Sa’ad menceritakan di dalam kitabnya ath-Thabaqat, bahwasanya Umar bin Abdul Aziz apabila berkhutbah di atas mimbar kemudian dia khawatir muncul perasaan ujub di dalam hatinya, dia pun menghentikan khutbahnya.

Demikian juga apabila dia menulis tulisan dan takut dirinya terjangkit ujub maka dia pun menyobek-nyobeknya, lalu dia berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari keburukan hawa nafsuku.” (dikutip dari al-Fawa’id, hal. 146) Allahu A’lam.

Beda Riya dan Ujub
Ibnu Taimiyah memberikan pelajaran berharga mengenai perbedaan antara riya’ dan ujub (takjub akan diri sendiri). Riya’ berarti menyekutukan atau menyandingkan dengan makhluk. Sedangkan ujub berarti menyandingkan dengan jiwa yang lemah. Ujub ini adalah keadaan orang-orang yang sombong. Orang yang berbuat riya’ tidak merealisasikan firman Allah Ta’ala,

إيَّاكَ نَعْبُدُ

“Hanya kepada-Mu lah kami menyembah.”

Sedangkan orang yang merasa ujub pada diri sendiri tidak merealisasikan firman Allah Ta’ala,

وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan.”

Barangsiapa yang merealisasikan firman Allah,

إيَّاكَ نَعْبُدُ

“Hanya kepada-Mu lah kami menyembah”, maka ia akan terlepas dari riya’ (karena ia akan beribadah pada Allah semata).

Barangsiapa yang merealisasikan firman Allah,

وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan”, ia akan terlepas dari sifat ujub (takjub pada diri sendiri).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rubrik

Suhendra, Gajah di Pelupuk Mata yang Tak Terlihat

Published

on

By

Saya berkesempatan makan siang dan berbincang banyak hal dengan sosok yang baru saya kenal.

Namanya Suhendra Hadikuntono, seorang pria sederhana dan rendah hati, suami tercinta dari sahabat saya, Kezia Kharisma.

Berbincang panjang lebar dengan beliau tentang sepak bola dan masalah kebangsaan, membuat saya terpaku dan tercenung.

Kok, masih ada sosok seperti ini di Indonesia, ya?

Kesan saya tentang Suhendra adalah manusia langka yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Tidak ada ambisi apa pun. Beliau hanya ingin berbuat sesuatu untuk negeri tercintanya.

Dengan kecukupan materi yang dimilikinya saat ini, Suhendra hanya ingin menghabiskan sisa umurnya untuk mengabdi buat bangsa dan negara.

 

Siapa sosok Suhendra?

Pria lulusan University Kebangsaan, Malaysia, ini merupakan pemilik beberapa perusahaan multinasional yang bernaung dalam bendera Indo Sarana Prima Group yang bergerak di bidang security, parking, fumigasi, plantation, furniture, dan PT Indo Cetta Prima, salah satu perusahaan “unicorn” di Indonesia.

Pria  kelahiran Medan, Sumatera Utara, 50 tahun lalu ini sengaja menghindari sorotan media massa dalam setiap aktivitasnya. Dia selalu bekerja dan berkarya dalam senyap.

Tapi apa yang telah dilakukan untuk negeri ini membuat saya geleng-geleng kepala. Mari kita simak beberapa kisahnya.

Mencegah Pemerintah Indonesia Diadili di Mahkamah Internasional

 

Kisah keterlibatan Suhendra dalam kasus ini bermula saat dimintai tolong oleh sahabatnya, Duta Besar Vietnam untuk Indonesia pada akhir 2013.

Pemerintah Vietnam protes keras kepada Pemerintah Indonesia atas ditahannya 90 warga negara Vietnam di Kepulauan Anambas yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia.

Protes keras dari Vietnam bukan untuk membela warganya yang melakukan pencurian ikan, tapi ternyata 90 orang tersebut telah ditahan oleh otoritas keamanan Indonesia selama setahun tanpa proses hukum.

Selama setahun itu mereka diperlakukan tidak manusiawi. Mereka dipaksa kerja keras tanpa dikasih makan yang layak bahkan tanpa dibayar sepeser pun.

Kondisi mereka benar- benar mengenaskan. Bahkan ada yang sakit jiwa karenanya. Mereka benar-benar diperlakukan seperti budak.

Kejadian ini memicu gelombang protes di Vietnam. Bahkan konon ada demonstrasi besar-besaran di Vietnam sampai konsulat RI di Ho Chi Min dibakar massa. Peristiwa ini sengaja ditutupi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada waktu itu, karena akan mempermalukan bangsa dan negara Indonesia.

Atas usaha keras melalui lobi-lobi dengan Pemerintah RI, akhirnya Suhendra berhasil memulangkan 90 orang warga Vietnam tersebut dengan biaya dari kantong sendiri. Semua dilakukan dengan “sillence operation”, tanpa terendus media nasional maupun internasional.

Tujuannya agar Indonesia terhindar dari tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Suhendra telah  bekerja keras dalam senyap untuk menyelamatkan kehormatan negara.
 
Demo Perangkat Desa yang Berpotensi Chaos

 

Beberapa bulan setelah Joko Widodo menjabat Presiden RI tahun 2014, ratusan ribu perangkat desa dari seluruh Indonesia datang ke Jakarta, menggeruduk Istana Merdeka.

Tujuan mereka menagih janji Jokowi saat kampanye bahwa perangkat desa akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tapi ternyata janji Jokowi tidak kunjung direalisasikan oleh Menteri Dalam Negeri dengan berbagai alasan. Mengamuklah mereka.

Dalam demonstrasi tersebut, tidak satu pun aparat Kemendagri dan Mendagri (saat itu) Tjahjo Kumolo yang berani menghadapi para demonstran.

Akhirnya, Suhendra yang saat itu menjabat Penasihat Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) turun tangan, pasang badan berjibaku menenangkan para demonstran yang sudah mengancam akan membuat kerusuhan.

 

Masalah pun teratasi dengan baik. Mendagri Tjahjo Kumolo mendapat pujian dan tepuk tangan dari media, sedangkan Suhendra kembali ke dunianya yang sepi.

 

Membagi Sertifikat Tanah Warga

 

Seperti biasa, setiap Presiden Jokowi berkunjung ke daerah selalu membagikan sertifikat tanah gratis kepada masyarakat. Hal itu juga dilakukan Presiden Jokowi pada 2018 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Presiden membagi-bagikan sertifikat secara gratis kepada warga Langkat, dan tentu saja warga bahagia tiada tara mendapatkan sertifikat tanah gratis. Seperti biasa pula, Presiden Jokowi juga membagi-bagikan sepeda waktu itu.

Lalu, apa yang terjadi setelah Presiden Jokowi kembali ke Jakarta? Seluruh sertifikat tanah tersebut ditarik kembali oleh perangkat desa atas perintah Bupati Langkat, katanya.

Bagi warga yang mau mengambil sertifikat tersebut harus menebus dengan uang 3 sampa 5 juta rupiah. Sungguh tak beradab kelakuan oknum aparat pemerintah daerah tersebut, dan hal ini tentu saja tak pernah diketahui Jokowi.

Atas jeritan rakyat kecil itu, Suhendra yang dibantu tim kecilnya bergerilya ke beberapa desa di pelosok Kabupaten Langkat. Beliau mengambil kembali 1.700 sertifikat yang merupakan hak rakyat tersebut.

Usaha dari Suhendra tentu saja mendapatkan perlawanan keras dari aparat desa dan kecamatan.

Namun singkat cerita berkat kegigihannya akhirnya Suhendra berhasil menarik kembali ribuan sertifikat tanah tersebut dari aparat desa dan mengembalikan kepada rakyat. Peristiwa ini juga luput dari pemberitaan media nasional.

Pada saat saya tanya, apa motivasi Suhendra sehingga melakukan hal itu? Jawabnya, “Saya hanya ingin menyelamatkan nama baik Pak Jokowi yang telah berniat baik, tapi ‘digergaji’ oleh anak buahnya di level bawah.” Mak Jleb!

 

Melawan Mafia Sepak Bola Indonesia

 

Anda pasti sudah membaca berita 17 orang oknum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan mafia sepak bola ditangkap dan diproses hukum oleh Polri.

 

Tapi tahukah Anda bahwa Suhendra Hadikuntono yang merupakan Ketua KPSN (Komite Perubahan Sepak Bola Nasional) yang menginisiasi pembongkaran kasus itu?

Suhendra begitu gemas dengan semakin maraknya mafia sepak bola di Indonesia. Dia dibantu beberapa orang kemudian membentuk KPSN, dan hebatnya Suhendra pula yang membiayai semua kegiatan KPSN, bahkan membiayai sebagian kegiatan operasional aparat kepolisian untuk menangkap para mafia sepak bola.

Suhendra pula yang membiayai beberapa pertemuan KPSN dengan pemilik suara (voters) PSSI.

Saat saya tanya, sudah habis berapa untuk membongkar mafia sepak bola ini? Beliau hanya tersenyum kecil, “Hanya beberapa M-lah.”

Kemudian saya kejar lagi, apakah Bapak punya niat menjadi Ketua Umum PSSI? Dia menggeleng keras.

“Saya tidak ingin jadi apa-apa. Saya hanya ingin sepak bola Indonesia kembali ke marwahnya sebagai alat pemersatu dan kebanggaan bangsa dan negara.”

Namun konon ini adalah operasi di dalam operasi yang sesungguhnya, yaitu menetralisir 35 juta suara massa mengambang seporter sepak bola, di mana dunia sepak bola seperti agama ke dua di Indonesia yang mudah diarahkan suaranya untuk mendukung calon presiden tertentu yang saat itu PSSI dipimpin oleh mantan Pangkostrad Edy Rahmayadi yang menjadi “tink tank” salah satu calon presiden saat itu.

Tanggal 20 Januari 2019, Edy jatuh melalui operasi yang sangat mulus, tanpa setetes darah pun tertumpah. Sambil merendah beliau mencontohkan Buwas (Budi Waseso) yang sukses menetralisir 7 jutaan massa mengambang di Pramuka yang saat itu dipimpin oleh salah satu kader partai non-koalisi.

Saya diam. Tercenung. Kemudian saya iseng bertanya, apakah Pak Jokowi mengetahui hal tersebut? Sambil tersenyum beliau menjawab, “Allah Maha Tahu, karena semua yang saya lakukan tersirat bukan tersurat,” katanya.

Kalau ditawari Presiden Jokowi untuk menjadi menteri, apa Bapak bersedia? Beliau menggeleng, “Saya tidak ingin jabatan apa-apa, Mas Rudi. Saya hanya ingin jadi pejuang bagi NKRI saja.

Kalaupun Pak Jokowi memanggil saya untuk mengabdi membantu beliau, saya akan minta ditempatkan di tempat paling berbahaya dan tidak ada uangnya, agar saya bisa total dan fokus mengabdi untuk negeri ini.

Karena secara materi alhamdulillah saya sudah banyak diberikan rezeki oleh Allah SWT. Tapi kalau tidak dipanggil, saya akan tetap berbuat apa pun yang bisa saya lakukan untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Saya terdiam. Saya pandangi dalam-dalam Pak Suhendra yang didampingi istrinya yang cantik itu. Saya malu.

Saya merasa belum berbuat apa pun untuk negeri ini.

Terimakasih Pak Suhendra, Anda telah memberi banyak pelajaran buat saya pribadi, dan Anda adalah sosok yang patut menjadi teladan dan inspirasi bagi kita semua, bagaimana mengabdi kepada negara tanpa pamrih.

Teruslah berbuat untuk negeri ini dalam kesunyianmu, Pak Suhendra.

 

Continue Reading

Rubrik

Ini 13 Makanan yang Cocok Dikonsumsi saat Radang Tenggorokan

Published

on

By

Aktivitas makan atau menelan bisa sangat menyakitkan ketika mengalami radang tenggorokan. Meski kesulitan makan dan minum, tubuh tetap harus mendapat asupan nutrisi untuk mempercepat proses pemulihan.

Namun yang dikonsumsi pun tak bisa sembarangan. Ada makanan dan minuman tertentu yang cocok dimakan ketika sakit radang tenggorokan karena mudah ditelan serta dapat menurunkan peradangan.

Penyebab paling umum radang tenggorokan atau faringitis adalah infeksi virus, seperti pilek atau flu.

Sakit tenggorokan disebabkan oleh virus sebenarnya dapat sembuh sendiri, tentunya didukung dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan tidak memicu sakit bertambah parah.

Untuk itu, ketahui 13 jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi ketika radang tenggorokan agar tubuh tetap mendapat nutrisi dan mempercepat proses penyembuhan.

1. Bubur

Bubur sudah layaknya santapan wajib orang Indonesia ketika sakit. Teksturnya yang lembek memudahkannya untuk ditelan dan menjadi sumber karbohidrat untuk meningkatkan energi.

Santaplah selagi hangat, jangan terlalu panas agar tidak memperparah iritasi pada tenggorokan.

2. Sup hangat

Selain bubur, semangkuk sup hangat disebut membantu membersihkan saluran udara yang dapat mengurangi gejala sakit tenggorokan.

Kaldu dalam sup dapat melegakan sakit tenggorokan dan membantu menghambat pergerakan sel darah putih yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi.

Kuah hangatnya juga meningkatkan pergerakan lendir hidung serta membuat tetap terhidrasi, dan sedikit garam di dalamnya membantu tubuh mempertahankan cairan.

3. Pisang

Tekstur buah yang lembut dan mengandung banyak nutrisi cocok dikonsumsi kala sakit tenggorokan. Pisang juga kaya vitamin C dan antioksidan yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Anda bisa menikmatinya begitu saja atau dicampur sedikit madu maupun sebagai topping pada semangkuk oat hangat.

4. Mashed potato

Mashed potato atau kentang tumbuk bertekstur lembut menjadikannya pilihan tepat ketika sakit tenggorokan. Tak perlu membuang kulitnya, rebus atau kukus dan tumbuk bersamaan dengan dagingnya.

Kulit kentang mengandung magnesium, vitamin C, dan antioksidan, yang membantu mempercepat pemulihan. Kentang mungkin tidak sesehat beberapa pilihan lain dan memang mengandung gula, tetapi teksturnya yang halus dapat mudah ditelan sakit tenggorokan.

Nikmati saja secukupnya.

5. Bubur oatmeal

Mengutip Medical News Today, antioksidan dan magnesium dalam gandum membantu mengurangi peradangan, sementara seng mendukung kekebalan dan penyembuhan.

Terlebih, oatmeal dan mudah dicerna usus karena sarat akan serat dan bahan-bahan yang membantu menghilangkan racun dari tubuh Anda.

Teksturnya yang lembut membuat semangkuk bubur oatmeal hangat mudah ditelan dan membantu mencegah iritasi tenggorokan.

Campurkan juga dengan satu hingga dua sendok madu agar mendapat manfaat kesehatan tambahan.

6. Jus buah alami

Jus buah alami menjadi pelengkap nutrisi yang mengandung banyak vitamin, mineral, dan antioksidan.

Jika nafsu makan tengah memburuk, konsumsi satu atau dua gelas jus buah per hari dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi secara keseluruhan, dan sekaligus meredakan sakit tenggorokan.

Hindari jus buah kemasan karena mengandung tinggi gula dan pengawet yang bisa memperparah sakit tenggorokan.

Anda bisa mengikuti resep berikut: sayuran hijau, alpukat, susu atau air, buah beku lainnya, sedikit jahe dan kunyit. Semuanya blend jadi satu dan nikmati selagi masih segar.

7. Delima

Penelitian menunjukkan bahwa nutrisi dalam buah delima dapat menangkal infeksi dan mengurangi peradangan.

Tidak hanya mengandung antioksidan, buah delima juga mengandung astringen yang dapat meningkatkan kontraksi jaringan tubuh dan membantu mengurangi pembengkakan di tenggorokan, yang pada gilirannya mengurangi rasa sakit.

8. Kunyit

Kunyit adalah antioksidan ampuh yang dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan resistensi sel terhadap kerusakan, infeksi, dan peradangan.

Kandungan curcumin-nya sering dimanfaatkan untuk mempercepat penyembuhan luka dan peradangan. Anda bisa menyeduh kunyit dengan air hangat atau sebagai campuran jamu untuk menyembuhkan sakit tenggorokan.

9. Madu

Ketika sakit tenggorokan, hindari makanan terlalu manis yang bersumber dari gula. Alternatifnya, pilih madu sebagai pemanis alami. Madu bertindak sebagai penghalang terhadap infeksi virus dan bakteri dan dapat membantu Anda pulih lebih cepat.

Kendati demikian, tetap batasi konsumsinya dengan tak lebih dari satu sendok makan per hari.

10. Jahe

Jahe memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat meringankan sakit tenggorokan dengan mengurangi pembengkakan dan rasa sakit. Jahe sejak dulu kala sudah digunakan sebagai obat untuk membantu menekan rasa sakit dan peradangan.

Bahkan, bahan aktif dalam jahe yakni gingerol membantu mencegah mual. Tambahkan jahe dan madu ke dalam secangkir air panas atau seduh bersamaan dalam segelas teh dan lemon untuk mendapat manfaat dan nikmat ganda.

11. Yogurt

Tekstur yogurt yang lembut, dingin, dan kental menenangkan untuk sakit tenggorokan sekaligus memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk mempercepat penyembuhan.

Selain itu, yogurt adalah sumber protein, karbohidrat, lemak sehat yang baik, serta meningkatkan bakteri probiotik yang bermanfaat yang mendukung fungsi kekebalan tubuh.

12. Telur

Telur adalah sumber protein yang baik yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan. Telur mengandung vitamin D dan B12 serta mineral penangkal infeksi seperti seng, zat besi, dan selenium.

Ketika sakit radang tenggorokan, mengolah telur dengan cara diorak-arik atau direbus membuatnya menjadi lunak sehingga mudah ditelan.

13. Wedang ronde

Wedang ronde selalu menjadi andalan untuk menghangatkan tubuh dan tenggorokan. Kuah atau wedangnya merupakan air jahe hangat yang membantu meringankan sakit tenggorokan dan melancarkan sirkulasi darah.

Sementara ronde atau tepung ketan yang berbentuk bulat warna-warni itu bertekstur kenyal namun mudah hancur ketika dikunyah membuatnya mudah untuk ditelan.

Ketiga belas makanan dan minuman di atas bisa menjadi opsi makanan agar tubuh tetap mendapat nutrisi meski mengalami sakit tenggorokan.

Selama itu pula, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik, tidak berada dalam ruangan yang berudara kering, menjauhi makanan pedas dan asam, serta tidak merokok agar sakit yang diderita tak bertambah parah.

Continue Reading

Rubrik

Tiga Perkara yang Dapat Mengangkat Derajat

Published

on

By

Wanita dan laki-laki punya kesempatan yang sama untuk masuk surga dan mendapatkan ridha Allah Ta’ala. Hal itu sudah dijamin dan ditetapkan Allah. Bahkan, bukan tidak mungkin wanita dapat dengan mudah masuk surga jika melakukan amal kebaikan dan menjauhi syirik.

Hendaknya wanita juga menjauhi sifat ciri wanita yang sulit masuk surga. RasulullahSAW bersabda yang artinya : ” Apabila seorang wanita ( istri ) itu telah melakukan salat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan menaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka ( sesuai pilihannya ) . “( HR. Ahmad , Ibnu Hibban dan Thabrani )

Hakikatnya, amalan dasar yang memudahkan muslimah masuk surga adalah salat. Harus menjaga salat 5 Waktu. (Baca juga : Jika Bercadar Hanya Dianggap Sebagai Fashion)

Allah berfirman : ”Maka dirikankanlah salat itu ( sebagaimana biasa ) sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang – orang yang beriman.” (Surah An – Nisa ayat 103 ). sebab itu wanita harus salat wajib sepanjang hari.

Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu’anhu. berkata, RasulullahSAW bersabda : ”Perumpamaan salat lima waktu adalah seperti seseorang yang mandi di sebuah sungai yang dalam yang mengalir di depan rumahnya sebanyak lima kali sehari. ”(HR. Muslim).

Selain itu, ada juga amalan yang perlu diketahui para muslimah, yakni amalan yang bisa menghapus kesalahan dan meningkatkan derajat muslimah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

_*”Sukakah engkau semua saya tunjukkan pada sesuatu amalan yang dengannya itu Allah akan menghapuskan segala macam kesalahan serta mengangkat pula dengannya tadi sampai beberapa darajat?” Para sahabat menjawab; “Baik, ya Rasulullah.” Beliau bersabda:*_

_*”Yaitu menyempurnakan wudhu’ sekalipun banyak menghadapi kesulitan, melangkahkan kaki untuk pergi ke masjid, serta menantikan salat setelah selesai salat yang satunya. Yang sedemikian itulah yang dinamakan ribat (perjuangan).” (HR. Muslim)*_

Pelajaran yang terdapat di dalam Hadis:

1. Menyempurnakan wudhu’ sekalipun menghadapi kesulitan, misalnya di saat cuaca dingin sekali, sehingga airnya pun menjadi sangat dingin.

2. Dalam Hadis di atas dijelaskan bahwa senantiasa berthaharah yakni tetap suci dari hadats besar dan kecil, juga salat dan segala sesuatu yang dilakukan ditujukan untuk niat beribadah dan berbakti kepada Allah, adalah sama pahalanya dengan berjihad fii sabilillah.

3. Disebut tiga perkara itu karena musuh yang utama bagi manusia adalah hawa nafsunya.

Tiga amalan itu (yang disebut dalam hadis) untuk membendung jalan-jalan syetan dan hawa nafsu. Maka barang siapa bisa melestarikan tiga perkara di atas, akan dihapus kesalahannya dan diangkat derajatnya. (Baca juga : Amalan di Hari Jumat Bagi Muslimah yang Pahalanya Terus Mengalir)

Karena itu, marilah para muslimah, mulai saat ini bersungguh-sungguh dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan. Yaitu takut akan hari ia dihadapkan kepada Allah dan takut akan keputusan Allah terhadap dirinya di hari itu. Lalu ia menahan hawa nafsunya dan tidak memperturutkannya serta menundukkannya untuk taat kepada Allah, surga tempatnya.

*وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى*

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.” (QS.An-Nazi’at: 40)*_

*فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى*

“maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS.An-Nazi’at: 41)*_

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 Jarrakposmedan.com