3 Terduga Teroris Dipulangkan, 24 Masih Ditahan – Jarrak POS
Connect with us

Berita

3 Terduga Teroris Dipulangkan, 24 Masih Ditahan

Published

on

MEDAN – Polda Sumatera Utara (Sumut) telah memulangkan tiga orang terduga teroris AH, S, dan MN  yang sempat ditahan pascaaksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) lalu.
“Iya, tiga orang dikembalikan. Begitu dulu,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Pol Agus Andrianto di Medan, Senin (25/11/2019).
Namun, Kapolda enggan menyebutkan alasan pemulangan ketiga terduga teroris itu. Dengan dipulangkannya ketiga orang tersebut, kini tersisa 24 orang lagi yang masih ditahan. Salah satunya termasuk seorang perempuan berinisial DA, istri dari Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24), pelaku bom bunuh diri.
“Total ada 30 orang yang kami tangkap. Tiga orang meninggal dunia, tiga orang kami kembalikan dan 24 lainnya masih ditahan. Yang ditahan statusnya tersangka, ada yang perempuan, istrinya RMN dan ada laki-laki,” katanya.
Kapolda menyebutkan, para terduga teroris yang laki-laki ditahan di tahanan Mapolda Sumut. Sementara yang perempuan di tahanan Mako Brimob Polda Sumut.
Dia juga mengatakan, penyelidikan terhadap para terduga teroris tersebut hingga kini masih terus berjalan. Polisi masih melakukan pengembangan ke orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri, maupun kelompok teror tersebut.
“Untuk materi penyelidikan, kami tak bisa sampaikan. Nanti biar Detasemen Khusus 88 Antiteror atau Mabes Polri yang menyampaikannya. Bisa di Jakarta bisa di Medan,” katanya.
Diketahui, Rabu (13/11/2019) pagi pukul 08.45 WIB lalu, terjadi ledakan di Makopolrestabes Medan di Jalan HM Said Medan. Sebelum terjadi ledakan, seorang laki-laki terekam CCTV menggunakan jaket driver ojek online, terlihat di halaman Mapolrestabes Medan.
Tidak lama kemudian, terjadi ledakan bom bunuh diri. Pelaku yang diidentifikasi seorang pria bernama Rabbial Muslim Nasution (24), tewas dengan kondisi mengenaskan. Potongan tubuhnya berceceran di halaman Mapolrestabes Medan.
Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, masing-masing empat polisi, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil. Selain itu, ledakan bom bunuh diri tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi.
Pascaledakan tersebut, Densus 88 bersama Polda Sumut mengamankan sejumlah terduga teroris dari sejumlah lokasi. Mereka diduga terkait dengan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan itu.
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

6 Personil Polsek Percut Seituan Akan Jalani Sidang Disiplin

Published

on

By

Medan – Sebanyak 9 orang personil Polisi yang terlibat dalam kasus dugaan penganiayaan Sarpan, Seorang saksi kasus pembunuhan di Polsek Percut Seituan dibebastugaskan dan 6 diantaranya akan menjalani sidang disiplin

“Polda Sumut mengakui tindakan tidak profesional yang dilakukan personel Polsek Percut Sei Tuan, Medan dalam menangani tindak pidana pembunuhan, yang berujung pada penganiayaan terhadap Sarpan. Kita akui caranya salah makanya kita bebas tugaskan 9 oknum. Kemudian kita melakukan pemeriksaan secara mendalam, 6 dinyatakan bersalah,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja.

Tatan mengatakan keenam personel itu sedang menjalani isolasi diruang khusu dan dalam waktu dekat akan menjalani sidang disiplin

Ditanya tentang motif penganiayaan terhadap Sarpan, Tatan mengatakan, para pelaku menuding tukang bangunan itu berbelit-belit saat memberikan keterangan.

“Jadi begini, ada 4 orang yang diamankan dari TKP, ya tersangka (Anzar), adiknya, orangtuanya, dan Sarpan, pada saat pemeriksaan keterangan itu berbelit belit,” sebut Tatan.

Terkait laporan polisi yang dibuat Sarpan terkait penganiayaan terhadapnya, kata Tatan, tindak pidana itu tetap akan diproses. “Yang bersangkutan masih akan dirawat, kita tunggu kesiapan beliau. Artiya kita tidak akan mengabaikan laporan polisinya, kita akan tindaklanjuti,” sebut Tatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sarpan diduga mengalami penyiksaan di Mapolsek Percut Sei Tuan, Medan, ia ditahan di kantor polisi itu selama 5 hari sejak Kamis (2/7).

Saat ditahan, Sarpan mengaku dipukuli dalam keadaan mata tertutup hingga disetrum. Padahal status tukang bangunan ini hanya sebagai saksi kasus pembunuhan terhadap kernetnya, Dodi Sumanto alias Dika. Pembunuhan itu diduga dilakukan Anzar (27), anak pemilik rumah yang sedang mereka renovasi.

Sarpan baru dibebaskan setelah keluarga dan tetangganya berunjuk rasa menuntut pembebasannya di depan Mapolsek Percut Sei Tuan, Senin (6/7). Setelah bebas, dia melaporkan kasus itu ke Polrestabes Medan. (red)

Continue Reading

Berita

HH Akan Segera Dipulangkan

Published

on

By

Medan – Pihak Keluarga dari Artis FTV Dan Selebgram yang terjerat kasus dugaan Prostitusi mengatakan bahwa HH akan segera dibebaskan

Hal ini diungkapkan Salah seorang keluarga HH yaitu Putri Syah saat ditanya awak media di Mapolrestabes Medan, Selasa (14/7)

“Dia baik-baik saja,” katanya

Wanita yang datang bersama dengan kuasa hukum Hana, Machi Ahmad ini juga menyebutkan Setelah ditahan selama 2 hari, HH Akan segera dipulangkan

“Insya Allah pulang hari ini,” ujarnya.

Namun, Terkait pernyataan keluarga tersebut, Pihak kepolisian hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi.

Sebelumnya, personel Satreskrim dan Satintelkam Polrestabes Medan menangkap wanita berinisial HH bersama seorang pria berinisial A di sebuah hotel di Medan pada Minggu (12/7) malam. Ia ditangkap terkait dugaan kasus prostitusi.

Pada saat ditangkap, keduanya dalam kondisi tak berbusana lengkap. Selain kedua orang tersebut, petugas turut mengamankan seorang pria berinisial R yang berperan menjemput Hana di bandara dan mengantarkannya ke hotel.

Pada saat dilakukan penggerebekan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu kotak alat kontrasepsi, dua unit handphone, dan kartu ATM. (red)

Continue Reading

Berita

KPK Amankan Dokumen dari Kantor Bupati Labura

Published

on

By

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan barang bukti elektronik dari penggeledahan di Kantor Bupati Labuhanbatu Utara dan rumah seseorang dari unsur swasta pada Selasa.

“Kegiatan yang dilakukan adalah penggeledahan di beberapa tempat di antaranya Kantor Bupati Labuhanbatu Utara dan rumah Ml alias A (swasta) di Kisaran, Kabupaten Asahan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dari kegiatan tersebut, lanjut dia, diamankan sejumlah dokumen yang berhubungan dengan tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan penyidikan saat ini dan sejumlah barang bukti elektronik.

“Berikutnya, penyidik KPK akan segera melakukan penyitaan setelah mendapatkan izin sita dari Dewas KPK,” ujar dia.

Terkait kasus di Labuhanbatu Utara itu, Ali mengatakan tim penyidik KPK sedang melakukan tahap pengumpulan alat bukti terkait penyidikan yang dilakukan KPK atas pengembangan perkara terpidana bekas pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo.

Namun, kata dia, KPK belum dapat menyampaikan detil kasus dan tersangkanya karena sebagaimana kebijakan pimpinan KPK bahwa pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan.

“Konstruksi perkara dan nama-nama pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan ini akan kami sampaikan lebih lanjut,” tuturnya.

Sebelumnya pada 20 Agustus 2018, KPK sempat memeriksa Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus sebagai saksi untuk tersangka Yaya Purnomo dalam penyidikan kasus suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Saat itu, penyidik KPK mengonfirmasi Khairuddin perihal proses pembahasan dana perimbangan daerah untuk Labuhanbatu Utara dan dugaan aliran dana terkait pengurusan tersebut.

Sebelumnya, Yaya Purnomo telah divonis 6,5 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 1 bulan dan 15 hari kurungan karena terbukti menerima suap dan gratifikasi dalam pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID) di sembilan kabupaten.

Yaya Purnomo adalah mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Putusan itu berdasarkan dakwaan pertama pasal 12 huruf a dan pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Menurut Hakim, Yaya terbukti dalam dua dakwaan. Dalam dakwaan kedua, Yaya bersama mantan Kepala Seksi DAK Fisik pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Rifa Surya terbukti menerima gratifikasi uang terkait pengurusan DAK Tahun Anggaran 2018 Bidang Kesehatan di Labuhanbatu Utara.

Yaya dan Rifa meminta “fee” dua persen dari anggaran. Diketahui, pagu DAK Labuhanbatu Utara sebesar Rp75,2 miliar dan pencairan DAK RSUD Aek Kanopan sebesar Rp30 miliar.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 Jarrakposmedan.com